Bisnis

Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di Indonesia

Redaksi — Satu Indonesia
11 hours ago
Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Bank Emas (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan layanan bank emas pertama di Indonesia pada Rabu (26/02/25). Peresmian ini menandai langkah besar dalam pengelolaan cadangan emas nasional melalui dua lembaga keuangan, yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dalam sambutannya di Gade Tower, Jakarta Pusat, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki bank emas yang akan mengelola cadangan emas nasional secara formal. “Menjelang 80 tahun kemerdekaan, kita akhirnya memiliki bank emas. Indonesia memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia, dan kini dapat dikelola dalam satu lembaga keuangan yang terstruktur,” ujar Prabowo.

Empat Tahun Persiapan, Bank Emas Kini Resmi Beroperasi
Prabowo mengungkapkan bahwa pendirian bank emas memerlukan proses persiapan selama empat tahun. Ia pun mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam realisasi proyek ini. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia,” tegasnya.

Bank emas dapat beroperasi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion pada November 2024. Regulasi ini mengatur berbagai aspek usaha bullion, termasuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, serta penitipan emas oleh lembaga jasa keuangan.

Dampak Ekonomi: Tambahan PDB Rp 245 Triliun dan 1,8 Juta Lapangan Kerja
Peresmian bank emas diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Prabowo memperkirakan bahwa langkah ini dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 245 triliun serta membuka peluang kerja bagi 1,8 juta tenaga kerja baru.

“Kami optimis bank emas akan memperkuat perekonomian nasional. Selain meningkatkan PDB, kehadiran bank emas juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, bank emas juga berperan dalam menghemat cadangan devisa nasional. Dengan adanya bank emas, seluruh proses pengolahan dan penyimpanan emas dapat dilakukan di dalam negeri, sehingga mengurangi aliran emas keluar negeri dan meningkatkan stabilitas moneter.

Cadangan Emas Indonesia dan Target Produksi ke Depan
Saat ini, Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 2.600 ton, menempatkan negara ini di peringkat keenam dunia. Namun, jumlah emas batangan yang dimiliki Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Singapura, yang sudah memiliki 228 ton emas batangan. Sementara itu, Indonesia masih berada di bawah 200 ton.

Namun, produksi emas nasional terus meningkat. Dari 110 ton per tahun, kini mencapai 160 ton dengan target 219 ton dalam lima tahun ke depan. Dengan adanya bank emas, pemerintah optimistis peningkatan produksi ini akan lebih terarah dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Masa Depan Bank Emas di Indonesia
Dengan peresmian bank emas ini, Indonesia memasuki babak baru dalam pengelolaan aset emas nasional. Keberadaan bank emas diharapkan dapat memperkuat kedaulatan ekonomi, mengurangi ketergantungan pada lembaga keuangan luar negeri, serta memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam bentuk emas.

“Ini adalah tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Kita harus optimis dan bersama-sama mendukung pengelolaan emas nasional demi kemakmuran bangsa,” pungkas Prabowo. (mul)


#BankEmasIndonesia #PrabowoSubianto #EkonomiNasional #InvestasiEmas #CadanganEmas #Pegadaian #BankSyariahIndonesia #OJK #FinansialIndonesia


Berita Lainnya