Internasional
PENJAJAH Israel Melanjutkan Kebrutalannya 1.163 Korban Jiwa dan 2.735 Luka Warga Gaza

PALESTINA MERDEKA - Dalam perkembangan terbaru yang mengguncang kawasan, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa setidaknya 1.163 orang telah tewas dan 2.735 lainnya mengalami luka sejak serangan kembali dilancarkan. Pihak berwenang tersebut tidak membedakan antara korban sipil dan petempur, menambah kompleksitas situasi yang tengah berlangsung.
Komandan militer, Defrin, menolak untuk menguraikan strategi militer secara detail. "Ambiguitas operasional" menjadi alasan yang diungkapkan untuk mengejutkan musuh dan meraih keuntungan strategis yang signifikan. Dalam pernyataannya, Defrin bersumpah bahwa operasi militer akan terus berjalan hingga 59 sandera berhasil dibawa kembali, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Pada Kamis malam waktu setempat, situasi di perbatasan kembali memanas ketika militer penjajah Israel mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza. Kejadian tersebut memicu bunyi sirine di komunitas perbatasan Nahal Oz, meskipun tidak ada laporan korban luka. Sementara itu, serangan roket sporadis dari Hamas dan Jihad Islam Palestina kembali terjadi, namun serangan-serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa di wilayah penjajah Israel.
Ketegangan yang memuncak kali ini terjadi usai gagalnya kesepakatan gencatan senjata tiga tahap yang ditengahi pada Januari. Kesepakatan tersebut sempat menghentikan konflik selama 17 bulan di kantong Palestina, dengan tahap awal mencakup gencatan senjata selama 42 hari, pembebasan 33 sandera penjajah Israel, dan sekitar 2.000 tahanan Palestina. Namun, negosiasi untuk memperpanjang kesepakatan tersebut kandas ketika penjajah Israel kembali melancarkan serangan, menghambat langkah menuju gencatan senjata permanen dan pembebasan sandera lebih lanjut.
Meski upaya mediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat terus dilakukan, terobosan signifikan hingga saat ini masih belum terwujud. Konflik yang berkepanjangan ini semakin menantang stabilitas kawasan, memicu kekhawatiran internasional terkait eskalasi yang berpotensi meluas.
#KonflikGaza #SeranganMiliter #BeritaTerkini #Defrin #PertahananUdara #GencatanSenjata #Hamas #JihadIslam