Opini
Kabur Aja Dulu? Jerman Bisa Jadi Pilihan
Catatan: Mohammad Maudy Alvi

Viral Tagar #KaburAjaDulu di Indonesia. Bagaimana Kalau Pindah ke Jerman?
Tagar #KaburAjaDulu menjadi viral di media sosial sebagai bentuk ekspresi kekecewaan dan keresahan anak muda Indonesia terhadap kondisi sosial ekonomi di tanah air. Fenomena ini mencerminkan frustasi yang mendalam terhadap berbagai masalah yang ada di Indonesia. Masalah yang dihadapi oleh anak muda Indonesia yang membuat mereka ingin pindah ke luar negeri cukup beragam. Setiap individu mungkin memiliki alasan yang berbeda. Ada beberapa alasan mengapa banyak anak muda ingin pindah ke luar negeri.
Kesenjangan antara kelas atas dan bawah semakin lebar. Dan penurunan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia menjadi fenomena yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk kelas menengah mengalami penurunan dari 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi 47,85 juta orang pada tahun 2024. Ada sekitar 17,13% dari total populasi kelas menengah telah mengalami penurunan status ekonomi, membuat banyak anak muda merasa tidak adil dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Sulitnya mencari pekerjaan yang layak dan gaji yang rendah di Indonesia membuat banyak orang mempertimbangkan untuk mencari peluang di luar negeri.
Sedangkan di Eropa, Jerman sedang menghadapi kekurangan tenaga kerja, terutama di beberapa sektor penting seperti tenaga kesehatan, sektor informasi digital, insinyur, pendidikan dan lain-lain. Diperkirakan bahwa hingga tahun 2035, Jerman membutuhkan sekitar 7 juta pekerja asing terampil untuk menggantikan para pekerja yang akan dan sudah pensiun. Kebutuhan tenaga kerja ini mencerminkan peluang yang menjanjikan bagi mereka yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di Jerman.
Anak-anak muda Indonesia berpikir bahwa peluang ke luar negeri akan mendapatkan pekerjaan dan prospek karier yang lebih baik dibandingkan di Indonesia. Gaji yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih menjadi alasan utamanya. Kemudian banyak anak muda yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman internasional.
Jerman memiliki salah satu ekonomi terbesar dan paling stabil di dunia. Banyak perusahaan multinasional dan industri berteknologi tinggi yang menawarkan peluang karir yang menjanjikan. Gaji di Jerman umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia, sehingga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan stabilitas finansial.
Universitas dan institut penelitian di Jerman terkenal dengan kualitasnya yang tinggi dan diakui secara internasional. Program studi yang ditawarkan sangat beragam dan inovatif. Banyak universitas negeri di Jerman menawarkan biaya kuliah yang sangat rendah atau bahkan gratis. Ini membuat pendidikan tinggi lebih terjangkau bagi banyak orang termasuk bagi warga asing. Mahasiswa internasional memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian yang canggih dan mendapatkan pengalaman praktis yang berharga.
Kemudian Jerman juga memiliki sistem kesehatan yang sangat baik. Penduduk di Jerman menikmati asuransi kesehatan yang komprehensif dengan akses luas ke layanan medis berkualitas tinggi. Jerman juga dikenal dengan lingkungan yang bersih dan kualitas udara yang baik, yang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan warganya.
Kesempatan untuk meningkatkan karier, mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi, dan menikmati sistem kesehatan yang maju menjadi daya tarik utama bagi anak muda Indonesia untuk pindah ke Jerman. Semua ini sejalan dengan keinginan mereka untuk mencari pengalaman hidup yang berbeda dan lebih baik. Keinginan untuk belajar budaya baru, belajar bahasa asing, dan mengalami kehidupan yang lebih baik menjadi motivasi kuat bagi anak-anak muda Indonesia. Tinggal di negara yang lebih stabil dan aman bisa menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang ingin membesarkan keluarga di lingkungan yang lebih baik.
Saya sendiri telah tinggal di Jerman selama hampir 8 tahun. Saya berangkat ke Jerman pada awalnya untuk melanjutkan studi S-2 nya dan kemudian memutuskan untuk tinggal dan bekerja di Jerman hingga saat ini. Saya membagikan wawasannya dan ingin memberikan pandangan bagi anak-anak muda yang ingin mencoba meniti karier ke Jerman. Walaupun perjuangannya tidak mudah untuk pindah ke luar negeri, namun dengan kegigihan dan disiplin, mungkin tinggal di luar negeri bisa menjadi pilihan. (penulis adalah wartawan satuindonesia.co di Jerman)