Internasional

Brigade Al-Qassam Serahkan Jenazah Tahanan Penjajah Israel, Kirim Pesan Keras ke Tel Aviv

Redaksi — Satu Indonesia
15 hours ago
Brigade Al-Qassam Serahkan Jenazah Tahanan Penjajah Israel, Kirim Pesan Keras ke Tel Aviv
HAMAS saat membebaskan tawanannya dan mengembalikan jenazah (Foto: Istimewa)

PALESTINA — Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah menyerahkan gelombang pertama jenazah tahanan penjajah Israel sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata. Proses penyerahan ini berlangsung dalam suasana penuh simbolisme dan pesan perlawanan terhadap penjajah Israel.

Jenazah Ditempatkan dalam Peti dengan Pesan Perlawanan
Jenazah-jenazah tersebut ditempatkan di dalam peti mati berwarna hitam, masing-masing dilengkapi dengan foto serta identitas korban. Di atas platform tempat peti itu diletakkan, tampak gambar Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu digambarkan sebagai vampir.

Kelompok perlawanan menuliskan pesan keras di atas gambar tersebut: "Penjahat Netanyahu dan pasukannya membunuh orang-orang ini dengan rudal Nazi mereka." Selain itu, spanduk perlawanan berkibar di atas puing-puing rumah yang hancur di Bani Suhaila, Khan Yunis, Gaza selatan, menggambarkan operasi militer penjajah Israel yang berlangsung selama perang.

Gencatan Senjata dan Ancaman Kembali ke Medan Perang
Di pusat kota Gaza, kelompok perlawanan memasang spanduk bertuliskan "Kembalinya perang = kembalinya tahanan dalam peti mati." Ini dianggap sebagai peringatan bagi penjajah Israel, bahwa jika Tel Aviv melanjutkan agresinya, lebih banyak tahanan penjajah Israel akan mengalami nasib serupa.

Brigade Al-Qassam menyerahkan jenazah empat tahanan penjajah Israel, termasuk seorang ibu dan dua anaknya dari keluarga Bibas. Menurut laporan Al Jazeera, mereka tewas akibat serangan penjajah Israel saat pasukan pendudukan mencoba mengambil mereka secara paksa. Hamas mengonfirmasi bahwa ketiga anggota keluarga Bibas ini meninggal dalam serangan penjajah Israel pada 29 November 2023, namun penjajah Israel baru mengakui hal tersebut dalam perjanjian gencatan senjata ini.

Operasi Perlawanan dan Kerugian Penjajah Israel
Dalam proses penyerahan jenazah, Brigade Al-Qassam juga mempublikasikan foto-foto operasi yang mereka lakukan terhadap pasukan penjajah Israel. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyergapan di Al-Farahin, sebelah timur Kota Gaza, yang menewaskan delapan tentara penjajah Israel.

"Ini bukanlah piknik, melainkan bencana besar bagi pasukan pendudukan," bunyi tulisan dalam salah satu spanduk yang dipajang kelompok perlawanan.

Beberapa pejuang Al-Qassam membawa senjata yang mereka gunakan dalam operasi ini. Senjata-senjata tersebut sebelumnya telah ditampilkan dalam berbagai video propaganda sebelum gencatan senjata.

Serangan Balasan dan Strategi Hamas
Seorang komandan Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa kelompoknya telah melakukan banyak operasi militer kompleks terhadap pasukan penjajah Israel di Gaza timur. Serangan tersebut mencakup pemboman enam rumah yang dijadikan pos pertahanan penjajah Israel, 26 serangan terkoordinasi, 21 aksi penembakan oleh sniper, serta penghancuran 20 tank dengan peluru kendali Al-Yassin.

Dalam peristiwa ini, Hamas juga menampilkan data tentang dampak serangan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina. Spanduk bertuliskan "Nazisme Zionisme dalam Jumlah" menampilkan jumlah korban jiwa akibat agresi penjajah Israel, termasuk lebih dari 61 ribu syuhada, di antaranya 13 ribu masih tertimbun reruntuhan.

Dengan penyerahan jenazah ini, Hamas tidak hanya memenuhi bagian dari perjanjian gencatan senjata, tetapi juga mengirim pesan keras kepada penjajah Israel bahwa perlawanan belum berakhir. (mul)


#GazaUnderAttack #HamasVspenjajahIsrael #BrigadeAlQassam #penjajahIsraelPalestineConflict #FreePalestine


Berita Lainnya