Laporan Khusus
Lihat Hasil Kerja Gubernur Kaltim, Bukan Ributin Mobil Pribadinya
LAGI ramai orang bicara mobil gubernur. Mewah? Mungkin iya. Tergantung sudut pandang. Yang pasti, itu mobil pribadi. Beli pakai uang pribadi.
Sebelum jadi gubernur, Rudy Mas'ud ini memang dari dulu adalah seorang pengusaha. Tepatnya pengusaha kapal. Lebih dari seratus kapal ia punya.
Rudy adalah pemilik holding company. Banyak perusahaannya. Bergerak di berbagai bidang. Sebagai pengusaha, ia adalah anak muda yang sukses.
Lalu, 2025 nyalon gubernur. Ia terpilih mengalahkan incumbent dan rakyat memberinya amanah. Ia bekerja. Terus fokus bekerja. Karena itu niatnya calon gubernur.
Ketika ditanya, kenapa harus terjun ke politik? "Ini pengabdian". jawabnya. "Saya ingin mewakafkan diri dan hidup saya untuk Kaltim". Dan ini Rudy buktikan. Setahun bekerja, ia bangun jalan yang selama 88 tahun Indonesia merdeka, tak tersentuh pembangunan yaitu jalan Kubar-Mahulu. Puluhan tahun Indonesia merdeka, dan berganti-ganti gubernur, Mahulu tidak punya akses jalan layak untuk keluar kabupaten. Jalan ke kota lain masih berupa tanah dan di tengah hutan.
Rudy dilantik, jalan Kubar-Mahulu terbangun. Sekitar 20 KM sudah selesai terbangun. Hasil geser anggaran yang sudah diketuk palu DPRD sebelum Rudy dilantik jadi gubernur. Tahun ini akan dirampungkan.
Tidak hanya jalur Mahulu-Kubar, Rudy sedang membangun akses jalan terintegrasi, tembus semua kabupaten/kota hingga IKN, Ibu kota baru.
Anda mau cek? Silahkan datang atau telp orang Mahulu. Tanya kepada mereka. Bagaimana perasaan mereka saat ini setelah puluhan tahun merdeka, mereka baru merasakan jalan berbeton sekarang. Mulus, nyaman dan memperpendek waktu tempuh.
Jalan baru ini membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan dan akses-akses lainnya. Nah, ini yang mesti jadi diskusi publik. Jelas substansinya.
Beberapa hari lalu, gubernur Kaltim juga telah meresmikan jembatan yang tak selesai pembangunannya selama 13 tahun. Mangkrak. Karut marut persoalan di dalamnya. Uang dan aset negara mangkrak. Padahal, rakyat sekitar menunggu. Di tangan Rudy, selesai kurang setahun.
Kalau tidak ada "kemauan", "ketegasan" dan "keberanian", sampai kiamat jembatan itu besar kemungkinan akan mangkrak. Karena terlilit problem yang sangat kompleks.
Saat ini, warga Kaltim yang mau kuliah, Pemprov Kaltim menanggung biayanya dan gratis. Kuliah S1, S2 dan S3. Tahun 2026 ini, Gubernur anggarkan 1,38 T untuk gratiskan 159.891 mahasiswa di 52 perguruan tinggi di Kaltim.
Anda cek di seluruh Indonesia, adakah gubernur dan kepala daerah di Indonesia yang menggratiskan biaya kuliah? Program dan kinerja seperti ini yang mestinya anda bandingkan. Jangan mobil pribadinya.
Tidak hanya pendidikan, BPJS juga gratis. Warga Kaltim gak perlu pusing soal biaya ketika mau berobat ke rumah sakit.
Keluarga muda yang sedang beli rumah dapat subsidi. Seluruh marbot masjid diumrohkan. Penjaga tempat ibadah dibiayai untuk ziarah religius, sesuai masing-masing agamanya. Kenapa bukan realisasi program semacam ini yang dilihat? Lagi-lagi, kenapa mobil pribadinya yang diributin?
Warga Kaltim harus paham bahwa gubernur itu jabatan politik. Prosesnya juga proses politik. Karena politik, maka gubernur akan dicari celahnya untuk dihajar. Ini semua politik. Karena tidak bicara program dan kerja. Muaranya ya persiapan pilkada 2029. Siapa saja yang ngebet mau nyalon, warga Kaltim pasti sudah tahu
Ada tiga penjuru mata angin yang sedang mengintai dan konsisten menghajar gubernur. Terus cari celah, sekecil apapun untuk jadi bahan provokasi. Namanya juga calon rival.
Tiga penjuru angin itu dari mana saja? Anda cari sendiri. Mudah kok. Sebagian anda pasti sudah tahu.
Kembali ke soal program gubernur dan realisasinya. Masyarakat Kaltim mesti fokus kesini: program dan kinerja gubernur. Lihat hasil kerjanya. Kasih kritik dan masukan, tapi terkait dengan program dan kinerja.
Hilang fokus kalau anda menyoal mobil pribadinya. Karena memang dia pengusaha dan terbiasa pakai mobil semacam itu. Dari dulu. Dari jauh sebelum jadi gubernur. Selama Rudy Mas'ud dan Seno Aji tidak korupsi, tidak makan uang rakyat, jaga integritas dan bekerja untuk rakyat, serta hasil kerjanya nyata dan dirasakan oleh rakyat, kenapa harus terprovokasi dengan urusan pribadi yang tidak substantif.
Nah, anda paham sekarang kan. Siapa kira-kira yang menggoreng isu mobil pribadi, dan dari penjuru mata angin yang mana.
Video-video pendek yang beredar itu hasil garapan tim profesional. Itu kinerja profesional. Bukan dibuat oleh warga awam ala netizen. Anda pasti tahu siapa di belakang tim profesional ini.
Fokus saja lihat dan lakukan evaluasi terhadap program dan hasil kerja pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji. Ini yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Bukan mobil pribadi.
Entar anda nanya:beli dimana? Cash atau kredit? Emang perusahaan gubernur punya penghasilan berapa? Pembantu yang di rumahnya berapa orang? Waduh... makin gak nyambung.
Namanya juga provokator, semuanya disambung-sambungkan. Semua dikemas supaya nampak rasional. Begitulah tugas provokator. Mereka bekerja memang untuk itu. (sa)









