Metropolitan

JAKARTA WASPADA! Katulampa Siaga 3

Redaksi — Satu Indonesia
17 April 2026 07:10
JAKARTA WASPADA! Katulampa Siaga 3
Bendungan Katulampa Bogor (Foto: Istimewa)

BOGOR -  Lonjakan debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa memicu status Siaga 3 pada Kamis malam (16/4/26). Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi wilayah hilir, khususnya Jakarta, yang berpotensi terdampak banjir kiriman.

Petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, melaporkan kenaikan tinggi muka air (TMA) terjadi secara cepat dalam rentang waktu kurang dari satu jam. Sejak sore hingga malam, kondisi masih relatif normal dengan TMA bertahan di angka 30 sentimeter.

Namun, situasi berubah drastis pada pukul 22.00 WIB. TMA naik menjadi 60 sentimeter dengan debit air mencapai 47.659 liter per detik, menandakan status Siaga 4. Kenaikan tidak berhenti di situ. Hanya berselang 45 menit, tepat pukul 22.45 WIB, TMA kembali melonjak ke angka 90 sentimeter dengan debit 113.417 liter per detik, sehingga status meningkat menjadi Siaga 3.

Perubahan cuaca menjadi faktor utama lonjakan ini. Setelah sepanjang hari relatif cerah tanpa curah hujan signifikan, intensitas hujan meningkat tajam pada malam hari di wilayah hulu. Kondisi tersebut memicu peningkatan debit air secara cepat menuju Bendung Katulampa.

Data pengamatan menunjukkan bahwa sejak pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, TMA stabil di angka normal. Bahkan, curah hujan pada pagi hingga siang hari tercatat nihil. Namun, hujan deras yang mengguyur pada malam hari langsung berdampak pada volume aliran Sungai Ciliwung.

Sementara itu, pada pintu intake saluran induk Katulampa, tinggi muka air terpantau relatif stabil di kisaran 30 hingga 40 sentimeter dengan debit sekitar 2.248 liter per detik. Meski demikian, peningkatan signifikan di bendung utama tetap menjadi indikator ancaman bagi kawasan hilir.

Status Siaga 3 di Katulampa merupakan sinyal kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Wilayah Jakarta menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak dalam beberapa jam kedepan apabila debit air terus meningkat.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan banjir. Monitoring kondisi air dan cuaca menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Lonjakan cepat ini kembali menegaskan bahwa dinamika cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama dalam mitigasi bencana banjir di kawasan Jabodetabek.


Berita Lainnya