Internasional

Heboh! Trump Umumkan Damai Israel-Lebanon, Kabinet Netanyahu Pecah 

Redaksi — Satu Indonesia
17 April 2026 12:18
Heboh! Trump Umumkan Damai Israel-Lebanon, Kabinet Netanyahu Pecah 
Ilustrasi Donald Trump saat mengumumkan gencatan senjata Penjajah Israel dengan Lebanon (Foto: Istimewa)

TEL AVIV – Drama politik mengguncang pemerintahan penjajah Israel. Jajaran menteri kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan murka usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu mengumumkan gencatan senjata penjajah Israel-Lebanon sebelum keputusan itu dibahas resmi di kabinet.

Dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Jumat (17/4/26), Netanyahu disebut hanya memberi tahu kabinet keamanan melalui sambungan telepon singkat pada Kamis (16/4/26), tanpa rapat formal maupun voting seperti prosedur biasanya.

Media Israel Yedioth Ahronoth, seperti dikutip Anadolu Agency, melaporkan panggilan tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Dalam percakapan itu, Netanyahu sekadar menginformasikan bahwa gencatan senjata 10 hari akan dimulai tengah malam atas permintaan Trump.

Meski gencatan senjata diberlakukan, pasukan pejajah Israel disebut tetap bertahan di posisi masing-masing.

Menteri Israel Naik Pitam
Menurut laporan yang sama, para menteri Israel marah karena tidak diberi tahu sebelumnya bahwa Trump akan mengumumkan kesepakatan tersebut ke publik.

Stasiun televisi lokal KAN menyebut Netanyahu tidak memiliki cukup waktu untuk menjelaskan detail perjanjian kepada para anggota kabinet.

Situasi ini memicu kritik keras dari kubu oposisi. Pemimpin oposisi penjajah Israel, Yair Lapid, menilai pemerintah kembali gagal memenuhi janji.

“Ini bukan pertama kalinya janji pemerintahan ini gagal di kenyataan,” tulis Lapid melalui platform X.

Kecaman serupa datang dari Avigdor Lieberman, pimpinan Partai Yisrael Beiteinu.

“Gencatan senjata di Lebanon adalah pengkhianatan terhadap penduduk ilegal penjajah Israel bagian utara,” tegasnya.

Trump Klaim Berhasil Damaikan penjajah Israel dan Lebanon
Trump pada Kamis pagi waktu AS mengumumkan kesepakatan damai sementara Israel dan Lebanon melalui Truth Social.

Ia mengaku telah berbicara langsung dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

“Kedua pemimpin telah sepakat memulai gencatan senjata resmi selama 10 hari,” tulis Trump.

Pengumuman itu muncul setelah pertemuan langka antara Duta Besar penjajah Israel dan Lebanon di Washington DC yang dimediasi AS pada Selasa (14/4/26).

Konflik Lebanon Tewaskan Ribuan Orang
Lebanon terseret dalam konflik regional sejak 2 Maret, setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel.

Sejak saat itu, serangan udara penjajah Israel disebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari 1 juta warga Lebanon mengungsi. Israel juga mengerahkan pasukan darat ke Lebanon selatan, dekat perbatasan.


Berita Lainnya