Nasional
Heboh! Dugaan Pelecehan oleh Ustaz SAM Viral Tuai Sorotan Publik
Korban Disebut Diiming-imingi Belajar ke Mesir
JAKARTA - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang dai berinisial SAM. Sosok ini dikenal luas di Indonesia karena pernah tampil sebagai juri program tahfidz serta aktif mengisi ceramah di berbagai stasiun televisi lokal, nasional, hingga kanal digital.
Kasus tersebut menjadi viral setelah sejumlah pernyataan saksi dan korban beredar di media sosial. Salah satu suara yang paling menyita perhatian datang dari Ustadz Abi Makki, yang mengaku menerima banyak laporan dari para korban.
Menurut Abi Makki, modus yang diduga digunakan adalah dengan menawarkan kesempatan belajar ke Mesir dan menjanjikan sanad keilmuan Al-Qur’an. Bagi banyak santri muda, tawaran itu dianggap sebagai kesempatan emas.
“Mereka diimingi belajar ke Mesir, menjadi hafiz bersanad sampai Rasulullah. Itu tentu menjadi kebanggaan besar bagi santri,” ungkap Abi Makki dalam wawancara yang beredar luas.
Dugaan Modus Berkedok Pendidikan
Dalam keterangannya, Abi Makki menyebut para korban awalnya menaruh hormat dan percaya penuh kepada sosok terduga pelaku. Namun, kepercayaan itu diduga disalahgunakan.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa korban mengaku mengalami tindakan tidak pantas dan pelecehan dalam berbagai kesempatan. Bahkan, sebagian kejadian disebut berlangsung di lokasi yang sangat sensitif.
“Yang paling memilukan, ada kejadian yang disebut berlangsung di tempat ibadah,” ujar Abi Makki.
Pernyataan ini sontak memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai dugaan tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan umat.
Korban Disebut Mengalami Tekanan Psikologis
Lebih jauh, saksi juga menyebut adanya upaya manipulasi psikologis terhadap korban. Beberapa korban dikabarkan dibujuk dengan dalih agama dan otoritas keilmuan.
Menurut pengamat perlindungan anak dan pendidikan, pola seperti ini kerap terjadi dalam kasus kekerasan berbasis relasi kuasa. Pelaku memanfaatkan status sosial, karisma, dan posisi sebagai tokoh publik untuk menekan korban agar diam.
Publik Minta Aparat Bertindak Cepat
Sejak kabar ini viral, tagar terkait kasus SAM ramai diperbincangkan di berbagai platform. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum dan lembaga keagamaan segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan tersebut secara transparan.
Netizen juga menuntut perlindungan bagi para korban yang berani bersuara.
Pentingnya Verifikasi dan Proses Hukum
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SAM terkait tuduhan yang beredar. Karena itu, semua pihak diimbau tetap menjunjung asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses hukum dan klarifikasi resmi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa lingkungan pendidikan dan keagamaan harus menjadi ruang aman, bukan tempat terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.








