Nasional

Bambang Widjojanto Beri Isyarat

Polemik Komentar soal di Balik Layar Aksi Unjuk Rasa 

Redaksi — Satu Indonesia
20 April 2026 11:18
Bambang Widjojanto Beri Isyarat
PESAN TERSEMBUNYI - Bambang Widjojanto

SAMARINDA - Pakar hukum yang juga penasehat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP), Bambang Widjojanto bicara berdasarkan data, yang menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa di Samarinda pada 21 April 2026 besok, merupakan residu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun lalu. Ini bisa juga dipahami sebagai sebuah isyarat.

“Jangan dipahami apa adanya. Mas BW (Bambang Widjojanto) menyampaikan sebuah isyarat,” kata tenaga ahli Gubernur bidang komunikasi, Eko Satiya Hushada, kepada media, Senin (20/4/2026). 

Menurut Eko, tidak mungkin seorang Bambang Widjojanto dengan reputasi yang sangat baik mengorbankan nama baiknya, dengan membuat pernyataan sia-sia. Sebagai pakar hukum, Bambang Widjojanto tentu sudah mempertimbangkan dampak dari pernyataannya tersebut.

“Mas BW Kalau bicara tentu pegang data. Nggak lah dia mau mengorbankan nama besarnya. Teman-teman wartawan pasti paham,  mana data yang perlu dibuka sekarang, mana yang baru dibuka nanti jika memang sudah perlu dibuka. Kalau mas BW bicara begitu, baca itu sebagai isyarat,” ujar mantan wartawan Kaltim Post itu. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Bambang Widjojanto dalam sebuah podcastnya menyebutkan bahwa aksi unjukrasa di DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim merupakan residu dari Pilgub tahun lalu. Pernyataannya ini kemudian menimbulkan pro dan kontra.

Eko menambahkan, mereka paham benar apa yang terjadi di balik layar aksi unjuk rasa ini. Makanya kepada mahasiswa pihaknya selalu mengimbau agar benar-benar memahami semangat di balik aksi unjuk rasa. Jangan sampai mahasiswa menjadi alat bagi pihak-pihak yang punya berbagai kepentingan dengan aksi unjuk rasa ini. 

“Kami masih menilai semangat adik-adik mahasiswa adalah murni untuk mengoreksi kebijakan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim  dalam pelaksanaan pembangunan. Makanya mereka nggak bicara pemakzulan. Murni bicara program pembangunan. Untuk itu, hati-hati. Jangan jadi alat. Pahami benar situasinya,” tegas mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim itu. (sa)


Berita Lainnya