Nasional

TOK! Istana Garansi BBM Tak Naik Per 1 April.

Redaksi — Satu Indonesia
11 hours ago
TOK! Istana Garansi BBM Tak Naik Per 1 April.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Di saat publik mulai was-was menanti "kejutan pahit" di awal April, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis yang mendinginkan suasana. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (31/3/26), pemerintah secara resmi menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026.

Keputusan ini muncul sebagai antitesis dari rumor liar yang sempat "membakar" media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Melawan Arus Geopolitik Global
Keputusan untuk menahan harga BBM ini dianggap sebagai langkah berani. Pasalnya, mata dunia saat ini tengah tertuju pada Selat Hormuz, jalur nadi minyak dunia yang terancam lumpuh akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Jika jalur ini benar-benar ditutup, dampaknya tidak main-main bagi ketahanan energi nasional:

Pasokan Global Terancam: Sekitar 20% dari total konsumsi minyak dunia (kurang lebih 21 juta barel per hari) melintasi selat ini.
Lonjakan Harga Mentah: Para analis energi memprediksi jika blokade terjadi, harga minyak mentah dunia bisa meroket melampaui $120 hingga $150 per barel secara instan.
Beban Subsidi: Sebagai negara importir minyak (net importer), setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar $1 per barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi dalam APBN hingga triliunan rupiah.
Namun, Presiden Prabowo tampaknya memilih jalan "ekonomi kerakyatan" dengan memprioritaskan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global tersebut.

"Jangan Panik, Stok Aman!"
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa instruksi ini merupakan hasil koordinasi ketat antara Kementerian ESDM dan Pertamina di bawah arahan langsung Presiden.

"Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi. Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin," ujar Prasetyo dengan nada tegas, Selasa (31/3/26).

Senada dengan Istana, pihak Pertamina melalui VP Corporate Communication, Muhammad Baron, meminta publik tidak termakan hoax yang beredar di media sosial mengenai proyeksi kenaikan harga. Hingga detik ini, data resmi menunjukkan stok nasional dalam kondisi aman terkendali.

Menepis Spekulasi Yang Viral di Medsos
Kabar mengenai kenaikan harga Pertamax, Pertamax Green 95, hingga Dexlite yang sempat simpang siur dipastikan tidak berlaku untuk periode 1 April besok. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, juga menghimbau agar publik tetap tenang dan hanya merujuk pada pengumuman resmi perusahaan.

Langkah pemerintah tidak menaikan harga BBM di tengah ancaman Selat Hormuz adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah "angin segar" bagi stabilitas inflasi domestik. Namun di sisi lain, pemerintah harus bekerja ekstra keras menjaga cash flow Pertamina dan ketahanan APBN jika gejolak di Timur Tengah tak kunjung mereda.

Untuk saat ini, masyarakat bisa bernapas lega. Besok, harga di SPBU masih akan tetap sama.


Berita Lainnya